Sabtu, 28 April 2018

Softskill Esai


1.jelaskan macam2 layanan manajemen sistem informasi?
1. ITIL(information technology infrastructure library)
Merupakan sebuah konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi. ITIL menekankan siklus hidup layanan yang disediakan
oleh teknologi informasi dibagi menjadi 5 bagian
A. Service Strategy.
Memberikan panduan kepada pengimpelemntasi bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan IT), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan.   Proses-proses yang dicakup dalam
Service Strategy :
1. Service Portofolio Management.
2. Financial Management.
3. Demand Management.
B. Service Design.
Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1. Service Catalog Management.
2. Service Level Management.
3. Supplier Management.
4. Capacity Management.
5. Availability Management.
6. IT Service Continuity Management.
7. Information Security Management
C. Service Transition.
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Transition Planning and Support.
2. Change Management.
3. Service Asset & Configuration Management.
4. Release & Deployment Management.
5. Service Validation.
6. Evaluation.
7. Knowledge Management.
D. Service Operation.
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Event Management.
2. Incident Management.
3. Problem Management.
4. Request Fulfillment.
5. Access Management.
E. Continual Service Improvement.
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA).
2. ASL (Application Service Library)
ASL adalah kepanjangan dari Application Service Library. Kumpulan dari pedoman praktek terbaik tentang pengelolaan pengembangan dan pemeliharaan aplikasi. Yang meliputi empat pesan utama yaitu :
– Manajemen aplikasi, pemeliharaan dan peningkatan Sistem Informasi, menjadi semakin penting.
– Tuntutan pasar bahwa agar supaya manajemen aplikasi menjadi lebih profesional dan lebih maju, hal ini merupakan sebagian dari akibat perkembangan manajemen infrastruktur.
– Tidak ada standarisasi proses manajemen, praktik terbaik berbeda antara satu organisasi dan organisasi lainnya.
– Saat ini sudah ada framework umum untuk manajemen aplikasi yaitu Application Services Library (ASL).
ASL adalah sebuah framework untuk proses manajemen aplikasi. ASL adalah domain publik standar untuk manajemen aplikasi. ASL adalah standar yang independen, terpisah dari IT Infrastructure Library (ITIL), tetapi terkait dengannya dalam pengertian kepatuhan terhadap standar-standar untuk mengelola proses dan memberikan keterkaitan yang erat, kepatuahan dari kumpulan publik domain dari suatu pedoman.
3. COBIT (Control Objective For Information and Related Technology)
COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI). COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan maturity model.
Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
·         Effectiveness
Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.
·         Efficiency
Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
·         Confidentiality
Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
·         Integrity
Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
·         Availability
Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
·         Compliance
Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
·         Reliability
Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.
Sedangkan fokus terhadap pengelolaan sumber daya teknologi informasi dalam COBIT adalah pada :
·         Applications
·         Information
·         Infrastructure
·         People
Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi, COBIT memiliki karakteristik :
·         Business-focused
·         Process-oriented
·         Controls-based
·         Measurement-driven
COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam 4 buah domain proses, meliputi :
·         Planning & Organization.
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
Domain ini mencakup :
v  PO1 – Menentukan rencana strategis
v  PO2 – Menentukan arsitektur informasi
v  PO3 – Menentukan arah teknologi
v  PO4 – Menentukan proses TI, organisasi dan hubungannya
v  PO5 – Mengelola investasi TI
v  PO6 – Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
v  PO7 – Mengelola sumber daya manusia
v  PO8 – Mengelola kualitas
v  PO9 – Menilai dan mengelola resiko TI
v  PO10 – Mengelola proyek
·         Acquisition & Implementation.
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga.
Domain ini meliputi:
v  AI1 – Mengidentifikasi solusi yang dapat diotomatisasi.
v  AI2 – Mendapatkan dan maintenance software aplikasi.
v  AI3 – Mendapatkan dan maintenance infrastuktur teknologi
v  AI4 – Mengaktifkan operasi dan penggunaan
v  AI5 – Pengadaan sumber daya IT.
v  AI6 – Mengelola perubahan
v  AI7 – Instalasi dan akreditasi solusi dan perubahan.
·         Delivery & Support.
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan.
Domain ini meliputi :
v  DS1 – Menentukan dan mengelola tingkat layanan.
v  DS2 – Mengelola layanan dari pihak ketiga
v  DS3 – Mengelola performa dan kapasitas.
v  DS4 – Menjamin layanan yang berkelanjutan
v  DS5 – Menjamin keamanan sistem.
v  DS6 – Mengidentifikasi dan mengalokasikan dana.
v  DS7 – Mendidik dan melatih pengguna
v  DS8 – Mengelola service desk dan insiden.
v  DS9 – Mengelola konfigurasi.
v  DS10 – Mengelola permasalahan.
v  DS11 – Mengelola data
v  DS12 – Mengelola lingkungan fisik
v  DS13 – Mengelola operasi.
·         Monitoring and Evaluation.
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan.
Domain ini meliputi:
v  ME1 – Mengawasi dan mengevaluasi performansi TI.
v  ME2 – Mengevaluasi dan mengawasi kontrol internal
v  ME3 – Menjamin kesesuaian dengan kebutuhan eksternal.
v  ME4 – Menyediakan IT Governance.

2.jelaskan dan sebutkan layanan manajemen sistem informasi , berikan contohnya?

Manajemen Layanan Sistem Informasi

Manajemen Layanan TI atau manajemen layanan dukungan TI / IT service management or IT service support management( ITSM atau ITSSM) mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memenuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi . Berikut ini merupakan karakteristik dari ITSM.:
Penyedia layanan TI tidak bisa lagi hanya berfokus pada teknologi dan organisasi internal mereka [;]. Mereka sekarang harus mempertimbangkan kualitas layanan yang mereka berikan dan fokus pada hubungan dengan pelanggan.
Tidak ada satu penulis, organisasi, atau vendor yang dapat mengartikan  istilah “manajemen layanan TI” dan asal-usul kalimat ini tidak jelas.
ITSM adalah proses-terfokus dan dalam pengertian ini memiliki hubungan dan kepentingan bersama dengan gerakan perbaikan proses (misalnya, TQM, Six Sigma, manajemen bisnis proses, CMMI) kerangka kerja dan metodologi dalam sebuah organisasi. Disiplin tidak memperhatikan tentang bagaimana menggunakan produk vendor tertentu, atau rincian teknis dari sistem di bawah manajemen. Sebaliknya, ITSM berfokus pada pemberian kerangka kerja untuk struktur TI yang terkait kegiatan dan interaksi tenaga teknis TI dengan penggunanya.
“back office” atau masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang-kadang dikenal sebagai arsitektur operasi), dan tidak berurusan dengan perkembangan teknologi. Sebagai contoh, proses menulis perangkat lunak komputer untuk dijual, atau merancang sebuah mikroprosesor tidak akan menjadi fokus disiplin, namun yang menjadi perhatiannya adalah sistem komputer yang digunakan oleh pemasaran dan staf pengembangan bisnis di perusahaan baik berupa perangkat lunak dan atau perangkat kerasnya. Banyak perusahaan non-teknologi, seperti di industri keuangan, ritel, dan perjalanan, memiliki sistem teknologi informasi yang signifikan yang tidak mengenai kebutuhan pelanggannya.
Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.

Kerangka Kerja Dalam Sistem Informasi

Kerangka kerja ini akan memberikan gambaran area-area utama pengetahuan sistem informasi bisnis yang dibutuhkan oleh praktisi bisnis. Sebagai seorang manajer atau seorang praktisi bisnis, tidak harus menyerap semua pengetahuan ini. Jadi yang perlu diteknkan disini adalah; apa yang perlu diketahui agar seorang manajer dapat membantu mengelola hardware, software, data dan sumber daya jaringan bisnis dapat digunakan demi keberhasilan strategis perusahaan.
Konsep-konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai komponen dan pernanan sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
Teknologi Informasi
Konsep-konsep utama, pengembangan dan berbagai isu manajemen teknologi informasi, meliputi hardware, software, jaringan, manajemen sumber daya (data) dan teknologi berbasis internet.
Aplikasi Bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan kompetitif. Aplikasi teknologi informasi dlam bidang fungsional bisnis seperti pemasaran, produksi, dan akuntansi serta aplikasi perusahaan lintas fungsi seperti manajemen hubungan dengan pelanggan dan perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprise resource planning-ERP). Aplikasi e-commerce yang kebanyakan digunakan perusahaan untuk membeli dan menjual berbagai produk di internet. Penggunaan sistem informasi dan teknologinya untuk mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis.
Peran utama Sistem Informasi (aplikasi bisnis)
1.      Mendukung proses dan operasi bisnis, toko ritel menggunakan SI berbasis computer untuk menelusuri persediaan barang, mencatat pembelian barang, evluasi penjualan,dll.
2.      Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya, keputusan mengenai penambahan jumlah persediaan barang, jenis investasi barang yang dibutuhkan dll.
3.      Mendukung berbagai strategi untuk keperluan kompetitif, misalnya memberikan pelayanan yang mudah  pembelian secara online, dll.
Proses Pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencankan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis. Metodologi pengembangan siklus hidup pengembangan sistem dan pendekatan prototype untuk pengembangan aplikasi bisnis, juga memahami berbagai isu bisnis yang terdapat dalam pengembangan SI.
Tantangan Manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan dan global dalam bisnis. Tantangan keamanan dan berbagai isu manajemen keamanan dalam penggunaan teknologi informasi.
D
3.sebut dan jelaskan strategi desing dalam merancang aplikasi manajemen layanan sistem informasi?
  1. TotalQualityManagement(TQM)
    TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
  2. SixSigma
    Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
  3. BusinessProcessManagement(BPM)
    BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
  4. CapabilityMaturityModelIntegration(CMMI)
    CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi

  1. InformationTechnologyInfrastructureLibrary (ITIL)
    ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
  1. ControlObjectivesforInformationandRelatedtechnology(COBIT)
    COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat olehInformation Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
  2. Software Maintenance Maturity Model
  3. PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT
  4. ApplicationServicesLibrary (ASL)
    Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
  1. BusinessinformationServicesLibrary (BISL)
    BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)
  2. Microsoft Operations Framework (MOF). Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.
  1. eSourcingCapabilityModel forService Providers (Escm-sp) daneSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management
    eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
  • Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
  • Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
  • Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

4.perlukah keamanan untuk manajemen layanan sistem informasi?
Banyak organisasi yang memanfaatkan perangkat teknologi informasi berbasis jaringan baik local maupun global untuk mendukung tujuan pengembangan organisasinya. Namun banyak yang tanpa disadari mengimplementasikan sistem jaringan computer tersebut tanpa dibarengi dan diimbangi dengan  sistem keamanan yang memadai sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Hal itu dikarenakan karena banyak yang tidak menggunakan prinsip­-prinsip pengamanan sesuai standar, dan dalam mengimplementasikan tidak melalui tahap siklus hidup keamanan informasi.
Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas di dalam sumber daya informasi perusahaan. Manajemen keamanan informasi terdiri dari:
·         Perlindungan Sehari-hari disebut Manajemen Keamanan Informasi (information security management/ ISM)
·         Persiapan untuk menghadapi operasi setelah bencana disebut Manajemen Kesinambungan Bisnis (business continuity management /BCM)
Tujuan Keamanan Informasi
Keamanan informasi dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran utama, yaitu:
·         Kerahasiaan: melindungi data dan informasi perusahaan dari penyingkapan orang –orang yang tidak berhak
·         Ketersediaan: meyakinkan bahwa data dan informasi perusahaan hanya dapat digunakan oleh orang yang berhak menggunakannya.
·         Integritas: sistem informasi perlu menyediakan representasi yang akurat dari sistem fisik yang direpresentasikan
Manajemen Keamanan Informasi
Manajemen keamanan informasi menjadi penting diterapkan agar informasi yang beredar di perusahaan dapat dikelola dengan benar sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ada dengan benar pula dalam rangka memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan. ISM terdiri dari empat langkah:
·         Identifikasi threats (ancaman) yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan
·         Mendefinisikan resiko dari ancaman yang dapat memaksakan
·         Penetapan kebijakan keamanan informasi
·         Menerapkan controls yang tertuju pada resiko
Ancaman
·         Ancaman keamanan informasi adalah seseorang, organisasi, mekanisme, atau peristiwa yang dapat berpotensi menimbulkan kejahatan pada sumber daya informasi perusahaan
·         Ancaman dapat berupa internal atau external, disengaja atau tidak disengaja
Resiko
Tindakan tidak sah yang menyebabkan resiko dapat digolongkan ke dalam empat jenis :
·         Pencurian dan Penyingkapan tidak sah
·         Penggunaan Tidak Sah
·         Pembinasaan dan Pengingkaran Layanan yang tidak sah
·         Modifikasi yang tidak sah
Kebijakan Keamanan Informasi
Sebuah  kebijakan keamanan infomasi bisa diimplementasikan menggunakan 5 pendekatan dibawah ini:
·         Tahap 1: Pengenalan project.
·         Tahap 2 Pengembangan kebijakan
·         Tahap 3: Konsultasi dan penyetujuan
·         Tahap 4: Kesadaran dan pendidikan
·         Tahap 5: Penyebaran kebijakan
Kontrol
Kontrol adalah mekanisme yang diimplementasikan untuk melindungi perusahaan dari resiko-resiko dan meminimalisir dampak dari resiko yang terjadi:
·         Technical control teknis dibangun didalam sistem oleh sistem pengembang sementara proses pengembangan berjalan.
·         Access control adalah dasar keamanan melawan ancaman oleh orang-orang yan tidak berkepentingan langsung/terkait.
·         Intrusion detection systems akan mencoba mencari tahu satu percobaan yang dilakukan ntuk menerobos keamanan sebelum menimbulkan kerusakan
5.sebutkan macam-macam aplikasi berbasis mobile dan web manajemen sistem informasi dan screnshot dari masing2 tampilan

1. MXI (Motion eXperience Interface)

MXI (Motion eXperience Interface) adalah sebuah sistem operasi mobile yang univesal. Pada tahun 2004, perusahaan solusi nirkabel meluncurkan sistem operasi mobile universal yang menciptakan informasi dan entertained selama dalam perjalanan yang setara dengan kekuatan PC. MXI OS dapat dijalankan untuk aplikasi mobile seperti Windows, Linux, Palm dan Java. Dalam peluncuran perdana MXI OS, user dapat menggunakannya dalam perangkat nirkabel untuk komputasi dan komunikasi (seperti smartphone). MXI menawarkan kemudahan dalam menggunakan interface dan aplikasi yang cepat untuk diakses oleh pengguna.

2. Windows Mobile

Windows Mobile merupakan sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Microsoft, produk Mobile Windows seperti Sagem myS-7, O2 Xphone dll. Sistem operasi yang berhasil dikembangkan dan diaplikasikan mulai dari Pocket PC 2000 hingga Windows Mobile versi 6.5.5. Meskipun ada beberapa kelebihan seperti fitur GPS, dapat menonton televisi, mobile blog, mobile database namun kelemahan dari Windows Mobile adalah minim developer independen. Karena pihak Microsoft yang menerapkan peraturan bahwa Windows Mobile bersifat tertutup. Hal ini tidak menguntungkan bagi pasar Windows Mobile karena produk mereka yang minim developer berakibat pada minimnya aplikasi-aplikasi yang dapat dikembangkan. Sehingga Windows Mobile kalah bersaing dengan smartphone lain, terutama bagi vendor yang menerapkan sistem terbuka bagi developer manapun yang bersedia mengembangkan sebuah sistem operasi, seperti Andorid.

3. webOS

webOS adalah sistem operasi mobile untuk beberapa perangkat ponsel, smartphone dan komputer tablet. webOS berbasis linux kernel yang awalnya yang dikembangkan oleh Palm, namun kemudian diakuisisi oleh Hewlett-Packard dengan nilai 1,2 milliar yang kemudian lebih dikenal dengan HP webOS. webOS diperkenalkan tahun 2009. Beberapa perangkat yang menjalankan webOS diantaranya smartphone HP Veer dan HP Pree 3. Sementara untuk perangkat komputer tablet adalah HP Touch Pad. Namun sayangnya perangkat dengan platform webOS kurang laku dipasar bahkan pihak HP menghentikan pembuatan perangkat keras tersebut. Hingga issu yang beredar bahwa di tahun 2011 Samsung akan mengakuisisi webOS namun kabar tersebut disangkal oleh Manajemen Samsung.

4. Bada OS

Bada OS adalah sistem operasi mobile untuk perangkat smartphone dan komputer tablet. Bada OS dikembangkan oleh salah satu vendor terbesar di dunia, Samsung Elektronik. Bada OS diperkenalkan pertama kali pada Mobile World Congress tahun 2010 untuk aplikasi di ponsel Samsung Wave S8500 temasuk aplikasi game yang diciptakan oleh Gameloft. Samsung mengajak developer independent dalam mengembangkan aplikasi-aplikasinya. Platform Bada di ponsel Samsung Wave S8500 mendapat dukungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Twitter, EA (perusahaan game untuk ponsel asal Amerika), Blockbuster (Home Entertainmen asal Amerika), Capcon (perusahaan game untuk ponsel asal Jepang) dan tentu saja Gameloft (perusahaan game untuk ponsel asal Prancis).



XAMPP

XAMPP adalah program aplikasi pengembang yang berguna untuk pengembangan website berbasis PHP dan MySQL. Versi terbaru program ini adalah XAMPP 1.7.7, yang dirilis pada tanggal 20 September 2011. Software XAMPP dibuat dan dikembangkan oleh Apache Friends.


Wamp Server

Wamp Server merupakan sebuah aplikasi yang dapat menjadikan komputer maupun laptop anda menjadi sebuah server atau bisa dikatakan server offline. Kegunaan wamp server ini untuk membuat jaringan local sendiri dalam artian anda dapat membuat website secara offline yang biasanya untuk joomla, wordpress, dll. Wamp server hanya bisa digunakan untuk sistem operasi windows saja, jadi untuk pemakai linux tidak bisa memakai aplikasi ini. Sebenarnya fungsi wamp server ini sama dengan Xampp.

AMPPS



AMPPS merupakan aplikasi webserver ciptaan Softaculous dan bisa digunakan baik sebagai Webserver localhost ataupun di Onlinekan, karena AMPPS sudah mendukung banyak pengaplikasian, control panel yang sudah dapat diakses melalui browser dan sudah terintegrasi dengan segala pengaturan seperti hosting panel dan juga dapat langsung mengatur domain setting dan sebagainya.
Softaculous Auto installer juga sudah termasuk disini, meskipun untuk memanfaatkan Auto installer ini diharuskan mempunyai koneksi internet.

UWamp

UWamp adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari apache, mysql, phpmyadmin, php, Perl, Freetype2,dll. UWamp berfungsi untuk memudahkan instalasi lingkungan php, di mana biasa nya lingkungan pengembangan web memerlukan php,apache,mysql dan phpmyadmin serta software-software yang terkait dengan pengembangan web. Dengan menggunakan UWamp, kita tidak perlu menginstallaplikasi-aplikasitsbsatupersatu

EasyPHP



EasyPHP: adalah software antarmuka WAMP (Windows Apache MySql PhpMyAdmin) yang dapat menjalankan cms website berbasis sql di localhost windows (offline). Software ini membantu dalam pengtesan cms sebelum diupload ke webhosting.


Rabu, 11 April 2018

STRATEGI DAN DESAIN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMAASI



STRATEGI DAN DESAIN MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMAASI
Strategi dan desain layanan manajemen informasi
tujuan dari strategi dan desain tersebut adalah memberikan layanan dan pelayanan untuk lebih baik dan bagus dari sebelumnya dan mempermudah untuk seluruh masyarakat dan untuk memakai layanan sistem informasi , berikut ini ada 4 strategi yaitu 
  1. Perspektif
  2. Position
  3. Plan
  4. Pattern
dan selain itu isi desain juga membutuhkan hasil dan hasil yang menarik desain juga berbasis interface agar kaum awam lebih suka atau tertarik
http://autobeach.blogspot.co.id/2014/10/pengembangan-bisnisstrategi-solusi_19.html
contoh desain interface yang saya pilih adalah m-banking


m-bangking mandiri adalah : aplikasi yang digunakan untuk memudahkan masyarakat untuk menikmati layanan yang terdapat di teller tanpa perlu ke bank.


tampilan awal m-banking mandiri 



tampilan sesudah memasukan id dan password m-banking


tampilan profil dan pengaturan pada m-banking 


tampilan untuk mentransfer sesama mandiri atau beda bank 



tampilan ke transfer sesama mandiri

tempat isi pembayaran lainnya seperti paymen ,asuransi , internet dll

Kamis, 29 Maret 2018

Macam-macam pelayanan kesehatan

PELAYANAN KESEHATAN
A. Pelayanan Kesehatan
Setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga kelompok ataupun masyarakat’’. (Levey dan Loomba, Azwar, 1996)
B. Jenis pelayanan Kesehatan secara garis besar terbagi dua ;
1.       Pelayanan Kedokteran
Ditandai dengan cara pengorganisasian dapat bersifat (solo practice) atau secara bersama-sama dalam satu organisasi, tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan, serta sasarannya terutama untuk perorangan dan keluarga
2.      Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Ditandai dengan cara pengorganisasian yang umumnya secara bersama-sama dalam satu organisasi, tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkankesehatan serta mencegah penyakit, serta sasarannya terutama untuk kelompok dan masyarakat
C. Perbedaan Pelayanan Kedokteran dengan Pelayanan Kesehatan    masyarakat
Pelayanan Kedokteran:
1.       Tenaga pelaksana utamanya adalah dokter
2.      Perhatian utamanya pada penyembuhan penyakit
3.      Sasaran utamanya adalah perseorangan atau keluarga
4.      Kurang memperhatikan efisiensi
5.      Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika
6.      Menjalankan fungsi perseorangan
7.      Penghasilan diperoleh dari imbal jasa
8.     Bertanggung jawab hanya kepada penderita
9.      Tidak dapat memonipoli upaya kesehatan dan bahkan mendapatkan saingan
10.  Masalah administrasi amat sederhana
Pelayanan Kesehatan Masyarakat
1.       Tenaga pelaksananya terutama ahli kesehatan masyarakat
2.      Perhatian utamanya pada penyembuhanpencegahan
3.      Sasaran utamanya adalah masyarakat secara keseluruhan
4.      Selalu berupaya mencari cara yang efisiensi
5.      Dapat menarik perhatian masyarakat dan mendapat dukungan undang-undang
6.      Penghasilan berupa gaji dari pemerintah
7.      Bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat
8.     Dapat memonopoli upaya kesehatan
9.      Mendapatkan berbagai persoalan kepemimpinan
D. Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan
1.       Tersedia dan berkesinambungan
2.      Dapat diterima dan wajar
3.      Mudah dicapai
4.      Mudah dijangkau
5.      Bermutu
E. Stratifikasi Pelayanan Kesehatan
1.       Pelayanankesehatan tingkat pertama
2.      Pelayanan Kesehatan tingkat kedua
3.      Pelayanan kesehatan tingkat ketiga
F. Jenis- jenis Pelayanan Kedokteran
Dari segi Jumlah Tenaga Pengelola :
1.       Diselenggarakan satu orang
2.      Diselenggarakan oleh kelompok
§  Satu pelayanan
§  Lebih dari satu pelayanan
3.      Dari Segi Cara Pelayanan
§  Pelayanan rawat jalan
§  Pelayanan rawat jalan dan rawat inap
4.      Dari Segi Macam Pelayanan
§  Satu macam pelayanan kedokteran saja
§  Lebih dari satu macam pelayanan
5.      Dari segi Penggunaan Teknologi :
§  Pelayanan Kedokteran tradisional
§  Pelayanan Kedokteran modern
6.      Dari Segi Tingkat pendidikan
§  Dilaksanakan oleh tenaga dokter spesialis dan sub spesialis
§  Dilaksanakan oleh tenaga dokter umum
§  Dilaksanakan oleh tenaga para medik
§  Dilaksanakan oleh tenaga yang tidak mendapatkan pendidikan kedokteran modern
7. Dari segi perannya dalam penyembuhan penderita
§  Berhubungan langsung dengan penyembuhan penderita
§  Tidak Berhubungan langsung dengan penyembuhan penderita
G. Pelayanan Kedokteran di Indonesia :
Dasar hukum :
UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
1.       Sistem Kesehatan Nasional
Terbagi dua :
1.       Diselenggarakan oleh pemerintah Puskesmas (tingkat satu), Rumah sakit
2.      Diselenggarakan oleh swasta Praktek kebidanan, praktek dokter, BP, Poliklinik, RS Swasta

H. Pelayanan rawat jalan
Adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap
Bentuk pelayanan rawat jalan (RJ) :
1.       Pelayanan RJ oleh klinik RS
§  Pelayanan gawat darurat
§  Pelayanan rawat jalan paripurna
§  Pelayanan rujukan
§  Pelayanan bedah jalan
2.      Pelayanan Rawat Jalan oleh Klinik Mandiri
§  Klinik mandiri sederhana
§  Klinik mandiri institusi
3.      Pelayanan gawat Darurat
Adalah pelayanan kedokteran yang dibutuhkan segera oleh pasien untuk menyelamatkan kehidupannya
Kegiatan UGD
§  Menyelenggarakan pelayanan gawat darurat
§  Menyelenggarakan pelayanan penyaringan untuk kasus-kasus yang yang membutuhkan pelayanan rawat inap intensif, ICU, ICCU
§  Menyelanggarakan pelayanan informasi medis darurat


Senin, 26 Maret 2018

Manfaat teknologi untuk manajemen sistem informasi

TEKHNOLOGI DALAM PELAYANAN
KESEHATAN

Telehealth
Pada telehealth secara umum ada dua
tekhnologi yang dalam pelayanan: store forward
dan real time tekhnologi.
1. Tekhnologi simpan dan sampaikan (store
and forward) misalnya : gambar yang
didapatkan dari elektonik seperi tekhnologi
x ray, dapat dikirimkan pada spesialis untuk
diinterpretasi. Gambar tersebut saja yang
berpindah pindah.Radiologi, dermatologi,
patologi adalah contoh spesialisasi yang
sangat kelihatan menggunakan tekhnologi
ini.
2. Tekhnologi real time
Real time adalahtekhnologi yang membuat
pasien dan provider berinteraksi dalam
waktu yang sama. Banyak alat
telekomunikasi yang memfasilitasi
komunikasi dua arah menggunakan
tekhnologi real time dalam telehealth.
Tekhnologi realtime juga dapat membuat
alat untuk menstransimisikan gambar dari
tempat yng berbeda. Misalnya kamera
untuk mengobservasi keadaan klien.
Tekhnologi realtime memfasilitasi
komunikasi dua arah baik audio maupun
video, yang bisa digunakan dalam
telehealth
Sebagai kombinasi realtime dan robotik,
seorang dokter bedah dapat melakukan
operasi dengan alat operasi khusus dari
jarak tertentu. Prosedur ini disebut dengan
telepresence. Telepresence menjadi salah
satu sub bagian dari telehealth. Saat ini
masih sedang dikembangkan karena
membutuhkan sistem yang 100 % reliable
dan bandwith yang sangat tinggi.
Pelayanan keehatan semakin bergeser dari Rumah
sakit menuju Rumah dan komunitas. Banyak
rentang petugas kesehatan (ahli gizi, pekerja social,
perawat) sebagai bagian dalam pelayanan kesehatan
yang menggunakan pelayanan terapeutik dengan
telehealth.
 Salah satu contoh program telehealth adalah
homecare. Sistem ini menyediakan audio dan video
interaktif untuk hubungan antara lanjut usia di
rumah dan telehealth perawat. Perawat
memasukkan data data pasien secara elektronik dan
menganalisanya, kalau perlu untuk dilakukan
kunjungan, perawat akan melakukan kunjungan ke
pasien.
Telenursing adalah bagian dari telehealth.
Telenursing menawarkan program kolabortif dan
mengurangi biaya pasien. Sebagai contoh:
konsultasi dengan perawat akn mengurangi angka
kejadian masuknnya pasien dengan keadaan
emergency ke Rumah Sakit.
Telehealth juga bisa diaplikasikan dalam
pendidikan, dengan mengunjungi satu bagian
dengan bagian lain melalui halaman web.
Pengalaman dari praktisi perawat dapat dipelajari
oleh orang lain melalui halaman web.
Telehealth terdiri dari berbagai jenis bentuk dan
telah menunjukkan segi manfaatnya. Beberapa
manfaat dari telehealth misalnya: meningkatkan
kualitas pelayanan, mengurangi waktu,
meningkatkan produkstifitas akses, meningkatkan
peluang belajar. Ada beberapa isu yang perlu
diperhatikan dalam penyelenggaraan telehealth
yaitu :
1. pembiayaan.
Pembiayaan adalah hambatan dalam
penyelenggaraan telehealth. Meskipun
dijumpai bahwa telehealth banyak
mempunyai manfaat. Pemerintah masih
kurang dalam mengembangkan telehealth.
2. aspek legal
Aspek hukum menyatakan bahwa: warga
negara harus dilindungi dari praktek
petugas kesehatan yang tidak baik
3. standar keamanan
Perhatian dalam apliksi tekhnologi dalam
pelayanan kesehatan adalah
keamaan/keselamatan pasien. Sistem
pelayanan telehealth harus bisa menjamin
keselamatan bagi pasien.
Berkaitan dengan hal tersebut ANA
(American Nursing Association)
menerbitkan 3 pedoman telehealth yaitu :
Prinsip dasar telehealth pada tahun 1998,
kompetensi telehealth tahun 1999 dan
mengembangkan protokol telehealth pada
tahun 2001
4. keamanan data
Telehealth memerlukan pencatatan
elektronik (elektronik health record), yang
rawan akan privasi, kerahasiaan dan
keamanan data.Sehingga penyelenggaraan
telehealth harus bisa menjamin keamanan
data. 
5. infrastruktur komunikasi
Infrastruktur telekomunikasi merupakn
bagian dari telehealth yang mempunyai
biaya dengan prosentase paling besar. Isu
yang lain, adalah alat untuk hubungan
antarmuka (interface) akan sulit
menyelenggarakan telehealth jika tidak ada
saling hubungan (interkoneksi) antar alat.
Electronic Health Record
Informatika dalam pelayanan kesehatan dimulai
pada pengelolaan informasi keuangan yang mulai
berkembang era tahun 60-an. Mulai sejak itu
aplikasi komputer untuk pelayanan kesehatan
berkembang. Pada akhir era 60-an Sistim informasi
rumah sakit sudah memasukkan data tentang
diagnosa serta informasi lain dalam rencana
perawatan pasien
Tekhnologi yang digunakan dapat mengurangi
kerja dengan kertas (paperwork) dan meningkatkan
komunikasi serta menghemat waktu perawat.
Salah satu awal program komputer yang
bagus untuk perawatan pasien adalah Problem
Oriented Medical Record Information System
(PROMIS) yang dibuat oleh DR Lawrence Weed
dari University Medical Center Burlington tahun
1968. Sistem ini menyediakan integrasi berbagai
aspek pelayanan kesehatan termasuk tindakan pada
pasien. Sistem ini menggunakan kerangka kerja
POMR ( problem oriented medical record).

DAFTAR PUSTAKA
American Nursing Association ANA (2001), Developing telehealth Protocol : A Blueprint for Success
Wasfington DC . American Nurses Publication.

Delaney, (2001). Health Informatic and Oncology Nursing. Oncology Nursing 17 (1) 2-6 
Graves dan Corcoran ( 1989) The Study of Nursing Informatics . Journal of Nursing Scholarship 21(4) 227-231
Simson (1998) Nursing Informatics : Nursing Newest Especiality. Caring Meeting Washington DC February
1998
Sortlife dan Blois, (2001) The Computer meet Medicine : Emerge of Discipline . Medical Informatics :
Computer Application in Healthcare 3-40 New York Springer
Stagger dan Thomson (2002). The Evolution of Definition Nursing Informatics A Critical analysis and Revised
Edition. Journal Of Medical Association 9 (3) 255-261
Turley (1996) Toward a Model for Nursing Informatics . Journal of Nursing Scholarship 28 (4) 309-313